Jejak Aksara Jejak Sejarah...

Detik yang terlewati oleh manusia merupakan anugerah Tuhan yang tak akan mungkin bisa terulang, berputar atau mundur. Detik yang terlewati oleh manusia bagaimanapun adalah sebuah jejak hidup setiap manusia. Kita sering lupa akan jejak kita yang oleh kita sendirilah ia tercetak. Aku takut ia terus mengabur tanpa bekas dan sisa akan keberadaannya. Aksaralah yang membuat dia 'kan tetap ada. Untuk diingat, dipelajari, dikenang ataupun sekedar nostalgia sejenak...

Nama:
Lokasi: Jakarta, Indonesia

Senin, Desember 11, 2006

Aku yang sekarang adalah hasil proses dari masa lalu. Sepahit dan seburuk apapun masa laluku, aku tak ingin menjadi malu karenanya. Hal-hal gelap yang telah terjadi itu justru menjadi guru bagi aku untuk selalu berkaca, sebagai peta untuk menempuh jalanan yang seharusnya aku lalui dan sebagai lentera dalam kegelapan agar tak terpeleset lagi.
Memang benar apa yang telah terdogma, bahwa apa yang telah dikaruniakan oleh Allah takkan pernah cukup tertulis oleh pena yang bertinta seluruh air samudera bumi ini. Aku sering tersadar kalau banyak sekali "penyelamatan" yang telah Allah lakukan padaku. Ya, aku terselamatkan dari hal yang lebih buruk lagi. Namun tak sedikit pula hal-hal pahit itu justru membuat aku menjadi lebih kuat dan lebih bijak. Lebih bijak? Hm, mungkin terdengar sok suci tapi memang itu yang aku rasakan, walau amat sangat jauh dari Rasul. Paling tidak aku menjadi lebih sadar akan makna-makna di Allah siratkan melalui peristiwa-peristiwa.
Aku susah untuk bisa menangkap makna dan hikmah dari suatu hal sebelum aku merasakan hal itu sendiri. Maksudnya, aku akan lebih dapat soul-nya bila akulah yang menjadi pemerannya. Seperti aktor, dia tak akan bisa mendapatkan karakter tokoh yang diperankan secara utuh hanya dengan membaca naskah saja, tapi harus diperankan dan dipentaskan.
Pengalaman orang lain tak kupungkiri menjadi masukan yang cukup berarti. Seakan aku mendapatkan sebuah clue, tapi masih belum mendapatkan kalimat penuhnya.
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua masa laluku, berikut kenangan-kenangan indah serta kejadian-kejadian pahit. Akan selalu aku bawa kemana aku berjalan pada waktu hingga aku menyaksikan kembali putaran ulang kisah kehidupanku, nanti....

Label: