Jejak Aksara Jejak Sejarah...

Detik yang terlewati oleh manusia merupakan anugerah Tuhan yang tak akan mungkin bisa terulang, berputar atau mundur. Detik yang terlewati oleh manusia bagaimanapun adalah sebuah jejak hidup setiap manusia. Kita sering lupa akan jejak kita yang oleh kita sendirilah ia tercetak. Aku takut ia terus mengabur tanpa bekas dan sisa akan keberadaannya. Aksaralah yang membuat dia 'kan tetap ada. Untuk diingat, dipelajari, dikenang ataupun sekedar nostalgia sejenak...

Nama:
Lokasi: Jakarta, Indonesia

Selasa, September 19, 2006

SESAL


Sesal…

Mengapa aku berkata bukan nyata?

Mengapa datangmu ketika ku luka?

Mengapa ”tidak” yang kuucap?


Sesal..

Denganmu aku bersama sekejab waktu

Denganmu semua tak terduga

Denganmu aku sempat tak percaya


Sesal..

Aku tersadar milikmu terluka

Aku tersadar milikku ikut berduka

Aku tersadar aku kini didera nestapa


Sesal..

Harapku yang bisa kembali

Harapku engkau bisa tersenyum lagi

Harapku aku bisa berdiri


Sesal..

Apakah aku harus terus mengenang?

Ketika aku dan kamu masih bisa terbang


Sesal..

Yang pergi (mungkin) tak ’kan kembali


Sesal..

Bayangmu sulit kuganti


Sesal..

Mengapa aku berkata bukan nyata?

Mengapa datangmu ketika ku luka?

Mengapa ”tidak” yang kuucap?





Stasiun Barat, Bandung

17 September 2006




dedicated to Tisha

Label: