SESAL
Sesal…
Mengapa aku berkata bukan nyata?
Mengapa datangmu ketika ku luka?
Mengapa ”tidak” yang kuucap?
Sesal..
Denganmu aku bersama sekejab waktu
Denganmu semua tak terduga
Denganmu aku sempat tak percaya
Sesal..
Aku tersadar milikmu terluka
Aku tersadar milikku ikut berduka
Aku tersadar aku kini didera nestapa
Sesal..
Harapku yang bisa kembali
Harapku engkau bisa tersenyum lagi
Harapku aku bisa berdiri
Sesal..
Apakah aku harus terus mengenang?
Ketika aku dan kamu masih bisa terbang
Sesal..
Yang pergi (mungkin) tak ’kan kembali
Sesal..
Bayangmu sulit kuganti
Sesal..
Mengapa aku berkata bukan nyata?
Mengapa datangmu ketika ku luka?
Mengapa ”tidak” yang kuucap?
Stasiun Barat, Bandung
17 September 2006
dedicated to Tisha
Label: Curhat-curhatan

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home